Gangguan Pada Sistem Otot

Otot mempunyai peranan penting dalam aktivitas gerak manusia sehingga gangguan pada otot akan mempengaruhi aktivitas gerak. Gangguan pada otot dapat terjadi dalam beberapa bentuk seperti ini.

  1. Atrofi : penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyakit poliomyelitis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyebabkan kerusakan saraf yang mengkoordinasi otot keanggota gerak bawah.
  2. Hipertrofi : otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat. Hipertrofi disebabkan aktivitas otot yang kuat sehingga diameter serabut – serabut otot membesar.
  3. Hernia Abdominalis : sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut.
  4. Tetanus  : otot yang mengalami kekejangan karena terus menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi berkontraksi. Tetanus disebabkan luka yang terinfeksi oleh bakteri Clostridium Tetany.
  5. Distrofi otot : penyakit kronis yang menyebabkan gangguan gerak. Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan adanya cacat genetik.
  6. Miastenia Gravis : otot yang secara berangsur – angsur melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini disebabkan karena hormone tiroid dan sistem imunitas yang tidak berfungsi dengan normal.

sumber   : biologi SMA XI

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s